test
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS UDAYANA

Abstrak


Identitas Mahasiswa


NIM : 0504405029
Nama : Ida Bagus Gede Sugitayasa
Konsentrasi : Sistem Komputer Dan Informatika


Pembimbing


Pembimbing 1 : Dr. I Ketut Gd. Darma Putra, S.Kom., MT.
Pembimbing 2 : I Gst. Made Arya Sasmita, ST., MT.

Pembentukan Iriscode Untuk Sistem Identifikasi Biometrika Selaput Pelangi (Iris)



Sistem identifikasi biometrika iris merupakan sistem pengenalan biometrika yang digunakan untuk memecahkan identitas seseorang berdasarkan karakteristik irisnya dengan cara mencocokkan ciri dari iris yang diuji dengan iris acuan yang telah didaftarkan dalam basisdata. Permasalahan utama dalam sistem identifikasi iris adalah bagaimana memperoleh ciri iris tersebut. Pada penelitian ini digunakan Metode Tapis Gabor untuk menghasilkan ciri iris di mana ciri yang dihasilkan dari metode ini berupa ciri biner (iriscode). Untuk mengetahui kedekatan ciri saat proses pencocokan digunakan Algoritma Jarak Hamming. Penelitian ini juga menggunakan Metode Alihragam Fourier yang menghasilkan ciri r dan θ sebagai metode pembanding  dan Algoritma Correlation Coefficient untuk menghitung kedekatan cirinya.

Pengujian sistem identifikasi pada penelitian ini menggunakan 300 sampel ROI iris milik 100 orang dengan 2 sampel sebagai sampel acuan dan 1 sampel sebagai sampel uji untuk bagian mata kanan. Pengujian untuk bagian mata kiri, digunakan 400 sampel ROI iris milik 100 orang pengguna dengan 3 sampel sebagai sampel acuan dan 1 sampel sebagai sampel uji. Sistem identifikasi biometrika iris dengan Metode Tapis Gabor menghasilkan unjuk kerja sistem yang tinggi dengan tingkat keberhasilan sekitar 94.758% (FNMR = 4.500%,  FMR = 0.742%) untuk bagian mata kanan, 92.397% (FNMR = 6.000%,         FMR = 1.603%) untuk bagian mata kiri tanpa menggunakan normalisasi kelopak dan bulu mata dan 68.924 % (FNMR = 17.500 %, FMR = 13.576 %) untuk bagian mata kanan, 68.084 % (FNMR = 24.000 %, FMR = 7.916 %) untuk bagian mata kiri dengan menggunakan normalisasi kelopak & bulu mata, sedangkan untuk Metode Alihragam Fourier menghasilkan unjuk kerja sistem yang rendah dengan tingkat keberhasilan 47.636% (FNMR = 34.500%, FMR = 17.864%) untuk bagian mata kanan, 52.713% (FNMR = 31.667%, FMR = 15.620%) untuk bagian mata kiri tanpa normalisasi kelopak dan bulu mata dan 47.667% (FNMR = 40.500 %, FMR = 11.833 %) untuk bagian mata kanan, 50.175 % (FNMR = 36.000 %,  FMR = 13.825 %) untuk bagian mata kiri dengan normalisasi kelopak dan bulu mata. Penambahan jumlah pengguna dalam basisdata menghasilkan tingkat akurasi yang cukup stabil untuk Metode Tapis Gabor dan cenderung semakin menurun untuk Metode Alihragam Fourier.

                                                                                                                   

Kata kunci: biometrika, iris, identifikasi, Metode Tapis Gabor, Metode Alihragam Fourier, Algoritma Jarak Hamming, Algoritma Correlation Coefficient.



Staff
Pratolo Rahardjo, ST., MT.
197207142000031003
Pratolo Rahardjo, ST., MT.
pratolo@unud.ac.id
separator
Alumni
agung wahyudi
94-02
agung wahyudi
Telekomunikasi
separator
Tentang Elektro

Jurusan Teknik Elektro merupakan salah satu jurusan di Fakultas Teknik Universitas Udayana yang latar belakang pendiriannya didasari pada upaya antisipasi perkembangan pesat di bidang ilmu teknik elektro.

Upaya awal pendirian Jurusan Teknik Elektro adalah berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor : 612/PT.17/I.01.12/1984. Setelah melalui tahap perjuangan selama 4 tahun maka pada tahun 1988 turun Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 65/DIKTI/KEP/88 tentang status resmi Jurusan Teknik Elektro.

readmore...