test
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS UDAYANA

Abstrak


Identitas Mahasiswa


NIM : 0804405039
Nama : I Wayan Purwajaya
Konsentrasi : Sistem Tenaga


Pembimbing


Pembimbing 1 : Ir. I Wayan Rinas, MT.
Pembimbing 2 : Ir. I Wayan Arta Wijaya, MErg.,MT.

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN FILTER PASIF, FILTER AKTIF, DAN FILTER HYBRID SHUNT UNTUK MEREDAM GANGGUAN RESONANSI HARMONISA



ABSTRAK

 

Beban nonlinier merupakan salah satu penyebab terjadinya harmonisa. Harmonisa yang terjadi menyebabkan bentuk gelombang arus dan tegangan tidak sinusoidal sehingga dapat merusak peralatan elektronik khususnya pada RSUP Sanglah. Dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya membahas mengenai penggunaan filter pasif, filter aktif dan filter hybrid shunt dalam meredam gangguan harmonisa yang terjadi pada RSUP Sanglah, namun dalam penelitian tersebut dianggap tidak ada gangguan resonansi harmonisa yang terjadi dalam sistem. Sehingga tidak diketahui kemampuan dari filter harmonisa tersebut dalam meredam gangguan resonansi harmonisa.

Gangguan resonansi yang besar dapat menyebabkan bertambahnya harmonisa yang terjadi 4 sampai 10 kali pada kondisi muatan penuh. Sehingga perlu diteliti kemampuan dari filter pasif, filter aktif, dan filter hybrid shunt dalam meredam gangguan resonansi harmonisa agar didapat nilai THD yang sesuai standar IEEE 519 tahun 1992. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi dengan menggunakan sofware simulink MATLAB.

Dari penggunaan ketiga filter dalam meredam gangguan resonansi harmonisa didapatkan hasil antara lain filter pasif memiliki kandungan THDi rata-rata 82.67% sedangkan THDv 7.22%, untuk filter aktif memiliki kandungan THDi rata-rata   26.01% dan THDv 2.58% sedangkan penggunaan filter hybrid shunt nilai rata-rata THDi sebesar 8.78% dan THDv sebesar 2.08% . Sehingga penggunaan filter harmonisa yang paling baik dalam menurunkan nilai THDi serta THDv adalah filter hybrid shunt, dimana memiliki nilai THDi serta THDv yang paling kecil dan sesuai standar IEEE 519 Tahun 1992.

 

Kata kunci : Harmonisa, resonansi,  filter aktif,  filter pasif dan filter hybrid shunt

 

ABSTRACT 

 

Nonlinier burden is one of the causes of harmonics. Harmonics that occurs causes the waveform is not sinusoidal currents and voltages that can damage electronic equipment especially the Sanglah Hospital. From the research that has been done previously discussed the use of passive filters, active filters and shunt hybrid filter in reducing harmonics disorder that occurs in Sanglah Hospital, but in the study were considered no interference resonant harmonics that occur in the system. So it is not known capabilities of the harmonic filter in reducing harmonic resonance disorders.

Great resonance disorders can cause increased harmonics that occur 4 to 10 times the full load condition. So that needs to be investigated the ability of passive filters, active filters, and hybrid shunt filter in reducing harmonic resonance disorders in order to obtain the corresponding value of THD IEEE 519 standard in 1992. In this research, a simulation using MATLAB simulink software.

From the use of three filters in reducing harmonic resonance disorder results obtained include passive filter THDi contains an average of 82.67% while THDv 7.22%, for active filter THDi contains an average of 1.26% and 2.58% while the THDv hybrid shunt filter uses the average value THDi average of 8.78% and THDv of 2.08%. So the use of the harmonic filter in both the lower and the value THDi THDv is shunt hybrid filter, which has a value of THDi and THDv smallest and most IEEE 519 1992.

 

Keywords: Harmonic, resonance, active filters, passive filters, and hybrid shunt filter


 


Staff
Ir. I Wayan Arta Wijaya, MErg.,MT.
196603131993031001
Ir. I Wayan Arta Wijaya, MErg.,MT.
artawijaya@ee.unud.ac.id;igungarta@yahoo.com; b@un
separator
Alumni
Erik Feri Fadli
0604405001
Erik Feri Fadli
Telekomunikasi
separator
Tentang Elektro

Jurusan Teknik Elektro merupakan salah satu jurusan di Fakultas Teknik Universitas Udayana yang latar belakang pendiriannya didasari pada upaya antisipasi perkembangan pesat di bidang ilmu teknik elektro.

Upaya awal pendirian Jurusan Teknik Elektro adalah berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor : 612/PT.17/I.01.12/1984. Setelah melalui tahap perjuangan selama 4 tahun maka pada tahun 1988 turun Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 65/DIKTI/KEP/88 tentang status resmi Jurusan Teknik Elektro.

readmore...