test
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS UDAYANA

Abstrak


Identitas Mahasiswa


NIM : 0804405027
Nama : Ida Bagus Bawa Adiputra
Konsentrasi : Sistem Tenaga


Pembimbing


Pembimbing 1 : Wayan Gede Ariastina, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D.
Pembimbing 2 : Ir. I Wayan Sukerayasa,MT

STUDI KEAMANAN DAN KEANDALAN SUPLAI SISTEM KELISTRIKAN BALI SESUAI RENCANA OPERASI SUTET 500 KV



ABSTRAK

 

 

Kondisi eksisting kelistrikan Bali hingga tahun 2013 disuplai oleh tiga pembangkit tenaga listrik dan sebuah sistem interkoneksi Jawa-Bali dengan total keseluruhan daya suplai sebesar 676 MW. Kebutuhan energi listrik di Bali tercatat terus mengalami peningkatan, pada akhir tahun 2012 mencapai ±600MW. Dengan daya suplai sebesar 676 MW maka sistem kelistrikan Bali hanya memiliki cadangan daya suplai sebesar 76 MW. Dengan daya cadangan sebesar 76 MW tidak cukup untuk memenuhi criteria keamanan N-1. Berdasarkan peramalan beban sistem Bali 2013-2030 diperoleh rata-rata pertumbuhan beban berkisar 6,61%. Berdasarkan hal tersebut PT PLN (Persero) merencanakan penambahan pasokan daya listrik ke pulau Bali dengan penambahan kabel laut sirkuit 3 dan 4, penambahan suplai melalui SUTET 500 kV interkoneksi Jawa-Bali, serta pembangunan PLTU Celukan Bawang 980 MW.

Dengan beroperasinya unit-unit tersebut diperlukan analisis mengenai keamanan suplai sistem kelistrikan Bali, disertai skenario pengembangan sistem kelistrikan Bali. Skenario 1 analisis keamanan suplai sistem kelistrikan Bali yaitu sistem Bali hanya menerima pasokan dari PLTU Celukan Bawang pada tahun 2016 sebesar 380 MW. Skenario 2, PLTU Celukan Bawang tahun 2016 beroperasi sebesar 380 MW, kemudian pada tahun 2020 dan 2022 menambah daya masing-masing 300 MW. Selain analisis keamanan suplai diperlukan analisis keandalan (SAIFI dan SAIDI) dengan beroperasinya SUTET 500 kV di Bali. Analisis keandalan SUTET 500 kV menggunakan tiga skenario. Skenario 1 SUTET beroperasi dari PAITON sampai di GITET Gilimanuk, Skenario 2 SUTET beroperasi dari PAITON sampai di GITET New Kapal, dan Skenario 3 SUTET beroperasi dari PAITON sampai di GITET Kapal.

Dari hasil analisis keamanan suplai diperoleh skenario 1, pada tahun 2022 beban puncak mencapai 1304,10 MW dan pada kondisi N-1 mengalami krisis daya listrik -48,3 MW. Skenario 2, pada tahun 2028 dengan beban puncak 1862,60 MW dan pada kondisi N-1 mengalami krisis daya listrik -6,8 MW. Sedangkan analisis keandalan beroperasinya SUTET 500 kV di Bali diperoleh: Skenario 1 nilai SAIFI = 2,0 kali/km/tahun dan nilai SAIDI =  ±10 menit/tahun, Skenario 2 nilai SAIFI = 3,1 kali/km/tahun dan nilai SAIDI =  ±15 menit/tahun, Skenario 3 nilai SAIFI = 3,3 kali/km/tahun dan nilai SAIDI =  ±17 menit/tahun,

 

Kata kunci : SUTET 500 kV, Skenario, Keamanan, SAIFI, SAIDI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

 

            Existing conditions until 2013 Bali electricity supplied by three power plants and a Java-Bali interconnection system with a total power supply of 676 MW. Electric energy needs in Bali recorded continued to increase, by the end of 2012 reached ± 600MW. With a power supply of 676 MW of the electrical system of Bali only have backup power supply by 76 MW. With a power reserve of 76 MW is not sufficient to meet the N-1 security criteria. Based on system load forecasting Bali 2013-2030 obtained an average load growth of about 6.61%. Based on that PT PLN (Persero) planned additional supply of power to the island of Bali with the addition of submarine cable circuits 3 and 4, the addition of 500 kV supply through SUTET Java-Bali interconnection and construction of 980 MW power plant Celukan Bawang.

            With the operation of these units required an analysis of the security of supply of the electrical system of Bali, with Bali electricity system development scenario. First scenario supply electricity system security analysis in Bali, it’s system only accepts the supply of plant Celukan Bawang in 2016 amounted to 380 MW. Scenario 2, the plant operates Celukan Bawang 380 MW in 2016, then in 2020 and 2022 add to the 300 MW respectively. In addition to the analysis of security of supply required reliability analysis (SAIFI and SAIDI) by the operation of 500 kV SUTET in Bali. SUTET 500 kV reliability analysis using three scenarios. Scenario 1 SUTET operate from Paiton got GITET Gilimanuk, Scenario 2 SUTET operate from Paiton got GITET New Kapal, and Scenario 3 SUTET operate from Paiton got GITET Kapal.

            From the analysis of security of supply is obtained scenario 1, the peak load reached 1304.10 MW in 2022 and under N-1 power crisis -48.3 MW. Scenario 2, in 2028 with 1862.60 MW peak load and under N-1 power crisis -6.8 MW. While the analysis of the reliability of the operation of 500 kV in Bali SUTET obtained: Scenario 1 SAIFI value = 2.0 times/km/year and the value of SAIDI = ± 10 minutes/year, Scenario 2 SAIFI value = 3.1 times/km/year and the value of SAIDI = ± 15 minutes/year, Scenario 3 SAIFI value = 3.3 times/ km/year and the value of SAIDI = ±17 minutes/year,


Keywords: SUTET 500 kV, Scenarios, Security, SAIFI, SAIDI

 



Staff
Wayan Gede Ariastina, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D.
196904131994121001
Wayan Gede Ariastina, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D.
w.ariastina@unud.ac.id
separator
Alumni
agung wahyudi
94-02
agung wahyudi
Telekomunikasi
separator
Tentang Elektro

Jurusan Teknik Elektro merupakan salah satu jurusan di Fakultas Teknik Universitas Udayana yang latar belakang pendiriannya didasari pada upaya antisipasi perkembangan pesat di bidang ilmu teknik elektro.

Upaya awal pendirian Jurusan Teknik Elektro adalah berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor : 612/PT.17/I.01.12/1984. Setelah melalui tahap perjuangan selama 4 tahun maka pada tahun 1988 turun Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 65/DIKTI/KEP/88 tentang status resmi Jurusan Teknik Elektro.

readmore...