test
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS UDAYANA

Abstrak


Identitas Mahasiswa


NIM : 0704405036
Nama : I Made Wahyu Adi Wirawan
Konsentrasi : Telekomunikasi


Pembimbing


Pembimbing 1 :
Pembimbing 2 :

Analisis Quality of Service VoIP Pada Jaringan UMTS Dengan Model Propagasi Outdoor



ABSTRAK

 

Voice Over Internet Protocol (VoIP) merupakan salah satu terobosan dibidang telekomunikasi yang dijadikan alternatif untuk menekan biaya percakapan telepon konvensional yang relatif mahal. VoIP memungkinkan suara ditransmisikan diatas infrastruktur packet switched yaitu dengan mengubah suara (sinyal analog) menjadi format data digital. Salah satu ukuran kualitas suara VoIP adalah delay, jitter, packet loss dan MOS. Untuk meningkatkan kualitas layanan VoIP dilakukan dengan pemilihan jenis codec dan memvariasikan ukuran frame size per packet. UMTS merupakan standar teknologi 3G (third generation) untuk komunikasi seluler dan telah mensupport jenis layanan berbasis packet switched dengan peningkatan kecepatan mencapai 2 Mbps.

Pada Tugas Akhir ini dilakukan simulasi untuk mengetahui quality of service VoIP menggunakan codec G.711 dan codec G.729A yang ditransmisikan pada jaringan UMTS. Parameter simulasi yang diamati adalah end-to-end delay (sec), packet loss (%), jitter (sec) dan MOS (Mean Opinion Score). Simulasi dilakukan berdasarkan skenario untuk mengetahui pengaruh jangkauan Node B apabila digunakan transmit power sebesar 1 watt. Skenario untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis codec G.711 dan codec G.729A serta pengaruh variasi frame size dilakukan dengan membandingkan hasil parameter QoS VoIP antara kedua codec yang diujikan.

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa jangkauan Node B diukur dari level minimum sinyal yang diterima sejauh 3,29 km, sedangkan jangkauan Node B diukur berdasarkan standar ITU-T untuk layanan VoIP sejauh 3,01 km. Beban trafik maksimum diukur berdasarkan standar ITU-T yang mampu dilayani per Node B untuk layanan VoIP adalah 12 client. Perbedaan lokasi Node B hanya berpengaruh kecil terhadap perubahan nilai parameter QoS VoIP menggunakan codec G.711 atau codec G.729A sedangkan variasi frame size mempengaruhi jumlah paket yang ditransmisikan. Codec G.729A lebih unggul jika diamati dari hasil parameter end-to-end delay, packet loss dan jitter akibat penggunaan bit rate hanya 8 kbps sedangkan codec G.711 lebih unggul jika diamati dari hasil MOS akibat bit rate sebesar 64 kbps sehingga suara akan terdengar lebih jernih.

 

Kata Kunci : VoIP (Voice Over Internet Protocol), Node B, end-to-end delay, jitter, packet loss, MOS (Mean Opinion Score), codec, G.711, G.729A, bit rate, client.

 

 

ABSTRACT

 

Voice Over Internet Protocol (VoIP) is one of the innovations in the field of telecommunications which is used alternative to reduce the cost of conversation conventional telephone which are relative expensive. VoIP allows voice transmission over packet switched infrastructure, by changing voice (analog signal) into digital data format. One measure of the quality of service VoIP are delay, jitter, packet loss and MOS. To improve the quality of service VoIP is done by varying the choice of codec and frame size per packet. UMTS is 3G technology standard (third generation) mobile communications and has been supporting the type of packet switched-based services with increased speeds of 2 Mbps.

In this final project was carried out simulations to determine the quality of service VoIP using the codec G.711 and G.729A are transmitted on UMTS networks. Simulation of the observed parameters are end-to-end delay (sec), packet loss (%), jitter (sec) and MOS (Mean Opinion Score). The simulation was performed based on a scenario to determine the effect of the range when used in Node B transmit power of 1 watt. Scenarios to determine the effect of the use of G.711 and G.729A then influence of variations frame size is done by comparing results of VoIP QoS parameters tested between the two codecs.

From the results obtained that the range of Node B is measured from the minimum level of the received signal as far as 3.29 km while the range of Node B is measured by the ITU-T standard for VoIP services as far as 3.01 km. Maximum traffic load is measured by the ITU-T standard that can be served per Node B for VoIP services is 12 clients. Difference location of Node B only a small effect of changes in the value of VoIP QoS parameters using the codec G.711 or G.729A then frame size while the variation affects the number of packets transmitted. Codec G.729A are excellent if the observed parameters of the end-to-end delay, packet loss and jitter caused by use of bit rate only 8 kbps then codec G.711 is excellent when observed from the MOS due to a bit rate of 64 kbps, so the sound will heard more clearly.

 

Keywords : VoIP (Voice Over Internet Protocol), Node B, end-to-end delay, jitter, packet loss, MOS (Mean Opinion Score), codec, G.711, G.729A, bit rate, client.

 

 



Staff
Prof. Dr. Ir. Made Sudarma, M.A.Sc, IPU.
196512311993031189
Prof. Dr. Ir. Made Sudarma, M.A.Sc, IPU.
msudarma@unud.ac.id
separator
Alumni
I Gede Agus Setya Antariksa
0119451009
I Gede Agus Setya Antariksa
Sistem Komputer Dan Informatika
separator
Tentang Elektro

Jurusan Teknik Elektro merupakan salah satu jurusan di Fakultas Teknik Universitas Udayana yang latar belakang pendiriannya didasari pada upaya antisipasi perkembangan pesat di bidang ilmu teknik elektro.

Upaya awal pendirian Jurusan Teknik Elektro adalah berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor : 612/PT.17/I.01.12/1984. Setelah melalui tahap perjuangan selama 4 tahun maka pada tahun 1988 turun Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 65/DIKTI/KEP/88 tentang status resmi Jurusan Teknik Elektro.

readmore...