test
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS UDAYANA

Abstrak


Identitas Mahasiswa


NIM : 0504405032
Nama : I Made Widia Purgawan
Konsentrasi : Telekomunikasi


Pembimbing


Pembimbing 1 :
Pembimbing 2 :

ANALISA VERTIKAL HANDOVER ANTARA JARINGAN WiMAX DAN UMTS MENGGUNAKAN PROTOKOL IEEE 802.21



ABSTRAK 

  

Kontinyuitas komunikasi saat pengguna mobile memerlukan suatu mekanisme handover yang baik. Handover dapat terjadi pada jaringan dan teknologi yang berbeda. Misalnya handover pada jaringan heterogen dari WiMAX ke UMTS maupun sebaliknya. Masing-masing jaringan baik WIMAX dan UMTS memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Vertikal handover memungkinkan perpindahan user dengan mobilitas tinggi diantara jaringan data rate tinggi dan coverage area yang kecil dengan jaringan data rate rendah dan coverage area yang luas. Karena berbeda teknologi, sering kali pada vertikal handover mengalami banyak kendala, sehingga memerlukan suatu mekanisme ssyang baik.

Untuk memfasilitasi mekanisme yang baik dalam vertical handover, IEEE mengeluarkan protokol 802.21 yang disebut juga Media Independent Handover (MIH) sebagai media pertukaran informasi dan perintah antar perangkat yang berbeda. Sehingga memungkinkan terjadinya handover antar perangkat tanpa harus adanya proses kesepakatan dengan spesifik teknologi yang diterapkan dijaringan tersebut. Pada Tugas akhir ini terdapat dua skenario antara lain mobile node bergerak dan melakukan handover dari jaringan WiMAX ke UMTS dan dari jaringan UMTS ke WiMAX. Simulasi yang dilakukan menggunakan software Network Simulator-2 (NS-2). Parameter yang diamati adalah throughput,  delay, paket loss dan handover latency.

Dari hasil simulasi dan analisa troughput, delay, packet loss dan handover latency pada saat mobile node melakukan vertikal handover sangat dipengaruhi oleh besar bit rate. Kecepatan mobile node tidak terlalu berpengaruh terhadap delay dan throughput. Saat mobile node melakukan handover dari jaringan WiMAX ke UMTS, latency handover dipengaruhi oleh kecepatan node. Sedangkan untuk handover dari jaringan UMTS ke WiMAX, latency handover dipengaruhi oleh besar bit rate. Delay, packet loss dari untuk bit rate 6,4 kbps saat vertikal handover masih memenuhi standar ITU-T G.1010. Sedangkan untuk  untuk bit rate 1,024 Mbps delay, packet loss dan troughput pada saat mobile node berada pada jaringan WiMAX masih memenuhi Standar ITU-T G.1010. Saat mobile node berada pada jaringan UMTS delay, dan packet loss yang terjadi sangat besar dan tidak memenuhi standar ITU-T G.1010.

 

Kata Kunci: Vertikal Handover, Media Independent Handover, WiMAX, UMTS, Network Simulator-2, throughput, delay, paket loss dan handover latency. 

 

 

 

 

ABSTRACT


Communication Continuity when users mobile need a good handover mechanism. The handover can be happened on different networks and technologies.. For example, handover at the heterogeneous network from WiMAX to UMTS or vice versa. Each of both WiMAX and UMTS networks have different characteristics. Vertical handover enables user with high mobility migration between networks with high data rate and small coverage area to network with low data rate and wide area coverage. Due to different technologies, often on a vertical handover having a lot of obstacles, so it takes a good mechanism.

To facilitate a good mechanism in the vertical handover, IEEE issued 802.21 protocol called Media Independent Handover (MIH) as a medium for exchange information and commands between different devices. Enabling the handover between devices without having to deal with a specific process technology. In this paper, there are two scenarios of mobile node moves. First scenarios, mobile node perform handover from the WiMAX to UMTS networks and the second scenarios, mobile node perform handover from UMTS to WiMAX networks. Simulations were performed using the Network Simulator-2 (NS2). The observed parameters are throughput, delay, packet loss and handover latency.

From the simulation results and analysis of throughput, delay, packet loss and handover latency when the mobile node perform the vertical handover is strongly influenced by the large bit rate. Speed ​​of mobile node not too influential on delay and throughput. When the mobile node to handover from WiMAX to UMTS networks, the handover latency is affected by the speed of the node. As for the handover from UMTS to WiMAX networks, handover latency is affected by a large bit rate. Delay, packet loss of bits rate 6.4 kbps when vertical handover is compliant to ITU-T G.1010. As for the bit rate of 1.024 Mbps for the delay, packet loss and throughput of the mobile node when its located on the WiMAX network is still compliant ITU-T G.1010. When the mobile node is located on the UMTS delay, and packet loss is very large and not compliant of ITU-T G.1010.

 

Keywords: Vertical Handover, Media Independent Handover, WiMAX, UMTS, Network Simulator-2, throughput, delay, packet loss and handover latency.

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Staff
Dr. Nyoman Gunantara, ST., MT.
197408272001121002
Dr. Nyoman Gunantara, ST., MT.
gunantara@unud.ac.id; nyomangunantara@gmail.com
separator
Alumni
Made Shanti Lestari Ardhanari
0504405008
Made Shanti Lestari Ardhanari
Sistem Komputer Dan Informatika
separator
Tentang Elektro

Jurusan Teknik Elektro merupakan salah satu jurusan di Fakultas Teknik Universitas Udayana yang latar belakang pendiriannya didasari pada upaya antisipasi perkembangan pesat di bidang ilmu teknik elektro.

Upaya awal pendirian Jurusan Teknik Elektro adalah berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor : 612/PT.17/I.01.12/1984. Setelah melalui tahap perjuangan selama 4 tahun maka pada tahun 1988 turun Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 65/DIKTI/KEP/88 tentang status resmi Jurusan Teknik Elektro.

readmore...