test
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS UDAYANA

Abstrak


Identitas Mahasiswa


NIM : 0504405025
Nama : I Bagus Putu Eka Suarthana Putra
Konsentrasi : Telekomunikasi


Pembimbing


Pembimbing 1 :
Pembimbing 2 :

Analisa Performance JAringan BTS TElkom Flexi Area Denpasar



ABSTRAK

 

Telkom Flexi merupakan salah satu produk dari PT. Telkom Indonesia, yang merupakan telepon seluler yang menggunakan teknologi  Code Division Multiple Access (CDMA). Teknologi CDMA memiliki kelebihan antara lain kecepatan yang tinggi, kualitas suara yang jernih, anti jamming dan sebagainya. Pada tahun 2010 ada 17 BTS yang mengcover wilayah Denpasar, dimana dari 17 BTS dengan rata- rata dropcall-nya lebih dari standar KPI Telkom 1%, didapatkan ada 4 BTS yang memiliki rata- rata dropcall yang cukup besar, yaitu BTS Telkomflexi Ubung, Yantel, Teuku Umar, dan Kaliasem masing- masing 1,2191%, 1,0819%, 1,26095%, 1,370246%.

Analisis yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kualitas layanan BTS Telkomflexi yang mengcover wilayah Denpasar yaitu,  perhitungan redaman lintasan propagasi yang dilakukan pada kondisi outdoor dengan menggunakan persamaan Okumura – Hatta serta perhitungan link budget untuk mengetahui radius sel dan perhitungan coverage BTS TelkomFlexi area Denpasar. Berikutnya dilakukan perhitungan Rx Level Sinyal pada daerah irisan sel untuk BTS TelkomFlexi area Denpasar yang tujuannya untuk mengetahui performansi dari BTS TelkomFlexi area Denpasar. Sebagai pembanding dilakukan pengukuran coverage dengan menggunakan handphone dan GPS pada kondisi jam sibuk dan tidak sibuk.

Dari penelitian yang dilakukan diperoleh penyebab dari tingginya dropcall yang terjadi pada ke-4 BTS tersebut diatas. BTS Ubung selain disebabkan oleh tingginya trafik yang rata- rata occupancy sebesar 76,26%, juga ada faktor coverage yang kurang optimal. Pada BTS Kaliasem, tinggi-nya dropcall disebabkan oleh tingginya trafik yang rata- rata occupancy yang cukup tinggi sebesar 82,35%. Pada BTS Teuku Umar selain disebabkan oleh Redaman yang cukup tinggi sebesar 134,34 dB, juga disebabkan oleh faktor coverage yang kurang merata. Sedangkan pada BTS Yantel tinggi-nya dropcall disebabkan oleh Redaman yang cukup besar 134,34 dB.

Penataan BTS Telkomflexi yang mengcover area Denpasar  masih kurang optimal, hal ini terlihat pada BTS Telkomflexi Ubung, ada beberapa daerah yang masih mengalami blankspot, seperti yang terjadi pada BTS Ubung arah Utara saat jam sibuk. BTS ini mampu melayani pelanggan sejauh 1,15 Km dengan Rx Level sinyal -74 dBm, selanjutnya sejauh 1,97 Km tidak dapat terlayani dengan baik, seterusnya di cover oleh BTS Darmasaba sampai jarak 2,15 Km dengan Rx level Sinyal -75 dBm. Pada BTS Teuku Umar masih ada daerah yang tidak terlayani dengan baik / masih terjadi blankspot,  seperti yang terjadi pada arah Barat, BTS ini dapat mengcover hingga pada jarak 0,88 Km, dengan Rx Level Sinyal -70dBm. Selanjutnya sejauh 1,19 Km tidak ter-cover dengan baik, seterusnya dicover oleh BTS Pulau Bungin hingga jarak 1,19 Km, dengan Rx Level Sinyal -72dBm. 

 

 

 

 

 

Kata kunci: CDMA (Code Division Multiple Access), coverage area, drop call.

ABSTRACT

 

Telkom Flexi is a product of PT. Telkom Indonesia, which is a cellular phone that uses Code Division Multiple Access (CDMA). CDMA technology has advantages such as high speed, crystal clear sound quality, anti-jamming and so on. In 2010 there were 17 base stations covering the London area, where of 17 base stations with an average dropcall its more than 1% of Telkom IEC standard, it was found that there are 4 base stations have an average dropcall large enough, the BTS TelkomFlexi Ubung, Yantel Teuku Umar, and Kaliasem respectively 1.2191%, 1.0819%, 1.26095%, 1.370246%.

The analysis conducted to determine the level of quality service that covers BTS TelkomFlexi the Denpasar area, the propagation path attenuation calculations are performed in outdoor conditions by using the equation Okumura - Hatta and link budget calculations to determine the cell radius and coverage calculations BTS TelkomFlexi Denpasar area. Next Rx Signal Level calculation on the cell slices to BTS TelkomFlexi Denpasar area which aim to find out the performance of the BTS TelkomFlexi Denpasar area. For comparison, measurements were taken using a mobile phone coverage and GPS at rush hour conditions and not busy.

Obtained from the research the causes of the high dropcall that occur in the BTS-4 above. BTS Ubung due to higher traffic than the average occupancy of 76.26%, there is also a factor less than optimal coverage. At BTS Kaliasem, his high dropcall traffic caused by the high average occupancy is quite high at 82.35%. At BTS Teuku Umar attributed to the attenuation is quite high at 134.34 dB, also caused by the coverage factor is less prevalent. While on his high Yantel BTS dropcall due to substantial attenuation 134.34 dB.

Arrangement of base stations that cover TelkomFlexi Denpasar area is still less than optimal, it is seen in the BTS TelkomFlexi Ubung, there are some areas that still have blankspot, as happened in the BTS Ubung North direction during peak hours. BTS is able to serve customers as far as 1.15 Km to the Rx signal level -74 dBm, then as far as 1.97 Km can not be served well, so on the cover by the BTS Darmasaba to within 2.15 Km to the signal level of -75 dBm Rx. At BTS Teuku Umar still some areas that are not served well / blankspot still occur, as happened in the West, these base stations can cover up to a distance of 0.88 km, with the Rx Signal Level-70dBm. Furthermore as far as 1.19 Km did not cover too well, so dicover by BTS Island to a distance of 1.19 Km Bungin, the Rx Signal Level-72dBm.

 

 

 

Keywords: CDMA (Code Division Multiple Access), coverage area, drop the call.



Staff
Prof.Ir. I. A. Dwi Giriantari, M.Eng,Sc., PhD
196512131991032001
Prof.Ir. I. A. Dwi Giriantari, M.Eng,Sc., PhD
dayu.giriantari@unud.ac.id
separator
Alumni
A.A.AYU ARIE ANGGREANI
0504405018
A.A.AYU ARIE ANGGREANI
Sistem Komputer Dan Informatika
separator
Tentang Elektro

Jurusan Teknik Elektro merupakan salah satu jurusan di Fakultas Teknik Universitas Udayana yang latar belakang pendiriannya didasari pada upaya antisipasi perkembangan pesat di bidang ilmu teknik elektro.

Upaya awal pendirian Jurusan Teknik Elektro adalah berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor : 612/PT.17/I.01.12/1984. Setelah melalui tahap perjuangan selama 4 tahun maka pada tahun 1988 turun Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 65/DIKTI/KEP/88 tentang status resmi Jurusan Teknik Elektro.

readmore...