test
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS UDAYANA

Abstrak


Identitas Mahasiswa


NIM : 0704405017
Nama : I GUSTI AGUNG ANDITA PUTRA
Konsentrasi : Sistem Tenaga


Pembimbing


Pembimbing 1 :
Pembimbing 2 :

ANALISA KELAYAKAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID DI VILLA ARIK DAN MAYA BALI



ABSTRAK

            Energi matahari dan angin merupakan energi terbarukan yang mudah diperoleh dan dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik, yaitu dengan menggunakan solar panel dan turbin angin, Untuk ketersediaan listrik secara maksimal diperlukan hibridisasi dengan jala-jala listrik PLN atau lebih dikenal dengan sistem pembangkit listrik hybrid. Villa Arik dan Maya menggunakan sistem pembangkit listrik hybrid untuk dapat memenuhi kebutuhan pasokan energi listriknya, dengan menggabungkan pembangkitan energi listrik dari PLTS, PLTB, dan catu daya listrik PLN.

            Telah dianalisa kelayakan sistem hybrid di Villa Arik & Maya, Disamping kelayakan teknis juga dilakukan analisa kelayakan ekonomi dengan menggunakan metode NPV, PI dan ARR dengan kondisi sistem pembangkit listrik hybrid mulai beroperasi sejak bulan Agustus tahun 2009.

            Dari hasil analisa sistem pembangkit listrik hybrid, PLTS dan PLTB mampu memberikan catu daya tambahan dari kebutuhan energi listrik Villa dengan produksi tahunan sebesar  3688 kWh, tetapi rendahnya energi listrik yang dihasilkan oleh PLTB mengakibatkan charging dari PLTB ke baterai sangat kecil sehingga PLN akan lebih banyak melakukan charging ke baterai. Kondisi ini menyebabkan konsumsi energi listrik dari PLN sangat tinggi, dengan perbandingan biaya investasi awal untuk PLTB yang dikembangkan di Villa sangat mahal dengan produksi energi listrik yang dihasilkan oleh PLTB sangat kecil ini menyebabkan secara teknis pemanfaatan PLTB pada sistem pembangkit listrik hybrid kurang efektif dan pemanfaatan baterai sebayak 48 buah baterai akan menjadi sia-sia atau menjadi pemborosan karena tidak sesuai dengan harapan pihak Villa Arik & Maya. Analisa kelayakan investasi PLTS dan PLTB menggunakan metode NPV didapat hasil perhitungan yang bernilai negatif sebesar Rp.- 404.380.508 (<0), PI yang bernilai 0,58 (<1) dan Hasil perhitungan suku bunga ARR yang bernilai 6,0028%, menunjukkan ARR lebih kecil daripada suku bunga bank sebesar 13%. Maka pengembangan PLTS dan PLTB dengan sistem hybrid di Villa Arik dan Maya dengan analisis ketiga motede kelayakan investasi ini dinyatakan tidak layak. Hal ini terjadi karena tidak maksimalnya produksi energi listrik dari PLTB akibat rendahnya kecepatan angin yang berhembus dan kurangnya alat untuk mencatat produksi energi listrik PLTB secara otomatis dalam bentuk AMR (Automatic Meter Reading).

 Kata Kunci : Villa, PLTB, PLTS, Hybrid, Investasi.

 

 ABSTRACT

             Solar and wind energy is a readily available renewable energy and energy can be harnessed into electricity, using solar panels and wind turbines, the availability of the maximum power required hybridization with the electricity grid, or more commonly known as hybrid power systems. Villa Arik and Maya using the hybrid power system to meet the needs of its electric energy supply, by combining the generation of electrical energy from PLTS, coal-fired plant, and electricity power supply. 

            Has analyzed the feasibility of hybrid systems at Villa Arik & Maya, In addition to the technical feasibility of the economic feasibility analysis is also performed by using the NPV method, IR and ARR with the conditions of the hybrid power system began operating since August of 2009. 

            From the analysis of hybrid power systems, PLTS and coal-fired plant to provide additional power supply of electric energy needs Villa with an annual production of 3688 kWh, but the lack of electricity generated by coal-fired plant coal-fired plant to cause charging of the battery is so small that PLN will do more charging the battery. This condition causes the energy consumption of electricity is very high, with a ratio of the initial investment costs for coal-fired plant being developed at the Villa is very expensive with the production of electrical energy generated by coal-fired plant is very little cause technically fired plant utilization in electricity generation hybrid system is less effective and the use of battery 48 batteries would be futile or a waste because it does not match the expectations of the Villa Arik & Maya. PLTS investment feasibility analysis and coal-fired plant using the NPV method of calculation results obtained in the negative value of Rp. - 404 380 508 (<0), 0.58 PI value (<1) and the results of calculation of interest rates is worth 6.0028% ARR, ARR showed smaller than normal bank rates of 13%. Then the development of PLTS and coal-fired plant with hybrid systems at Villa Maya with Arik and third analyzes the feasibility of this investment metodh declared unfit. This happens because the maximum electric energy production from coal-fired plant due to low wind speeds and the lack of tools to record the electrical energy production is automatically fired plant in the form of AMR (Automatic Meter Reading).  

Keywords: Villa, PLTB, PLTS, Hybrid, Investments.

 



Staff
Ir. I Nyoman Setiawan, MT
196312291991031001
Ir. I Nyoman Setiawan, MT
setiawan@unud.ac.id
separator
Alumni
Made Shanti Lestari Ardhanari
0504405008
Made Shanti Lestari Ardhanari
Sistem Komputer Dan Informatika
separator
Tentang Elektro

Jurusan Teknik Elektro merupakan salah satu jurusan di Fakultas Teknik Universitas Udayana yang latar belakang pendiriannya didasari pada upaya antisipasi perkembangan pesat di bidang ilmu teknik elektro.

Upaya awal pendirian Jurusan Teknik Elektro adalah berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor : 612/PT.17/I.01.12/1984. Setelah melalui tahap perjuangan selama 4 tahun maka pada tahun 1988 turun Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 65/DIKTI/KEP/88 tentang status resmi Jurusan Teknik Elektro.

readmore...