test
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS UDAYANA

Abstrak


Identitas Mahasiswa


NIM : 0704405021
Nama : NI WAYAN NONIK LISTIAN
Konsentrasi : Sistem Tenaga


Pembimbing


Pembimbing 1 :
Pembimbing 2 :

EKSPEKTASI KERUGIAN BIAYA PADA SETIAP TITIK BEBAN AKIBAT GANGGUAN LISTRIK DI PENYULANG DALUNG



ABSTRAK

           Kerugian yang dialami oleh pelanggan akibat gangguan listrik dirasakan berbeda-beda oleh setiap sektor pelanggan. Sektor dapat dibedakan sesuai golongan tarif listrik yaitu Industri, Bisnis / komersial, Rumah tangga dan sosial / pemerintah. Perkiraan kerugian yang dialami pelanggan akibat pasokan listrik terhenti atau gangguan listrik biasa disebutkan dengan istilah ekspektasi kerugian biaya (Ecost). Ecost dapat dihitung dengan metode evaluasi analisis tidak langsung.

           Ecost untuk setiap terjadinya gangguan adalah merupakan kerugian yang dialami oleh pelanggan untuk setiap sektor pada interval waktu terjadinya gangguan. Ecost sistem secara keseluruhan adalah jumlah ecost setiap gangguan dalam interval waktu tertentu (1 tahun). Kerugian yang dialami oleh pelanggan akibat gangguan listrik dirasakan berbeda-beda oleh setiap sektor pelanggan. Dengan melakukan survey melalui wawancara untuk setiap sektor pelanggan di Penyulang Dalung yang masing-masing diwakili oleh tiga sampel, maka diperoleh kerugian setiap sektor pelanggan akibat gangguan listrik yaitu, pada sektor industri adalah Rp.3.281.650/ jam, sektor komersial adalah Rp.62.450 /jam, sektor rumah tangga adalah Rp.300/jam, dan sektor sosial / pemerintah adalah Rp.54.550 /jam. Sehingga dari hasil wawancara di setiap sektor pelanggan dan data gangguan yang diambil pada tahun 2011 didapatkan bahwa Ecost pada Penyulang Dalung adalah Rp. 126.486.587.,52 / tahun

 Kata kunci : Ekspektasi biaya gangguan listrik (Ecost), metode evaluasi analisis tidak langsung.

ABSTRACT

             Losses suffered by customers due to power failures perceived differently by each customer sector. Sector groups can be distinguished according to the Industrial electricity rates, business / commercial, household and social / government. Estimated losses due to customer power supply or a power outage halted usual expectations stated in terms of loss costs (Ecost). Ecost can be calculated by the method of indirect analysis evaluation.

            Ecost for each disturbance is a loss suffered by the customer for each sector at the time of the interruption interval. Ecost system as a whole is the sum ecost any disturbance in the specified time interval (1 year). Losses suffered by customers due to power failures perceived differently by each customer sector. By conducting the survey through interviews for each customer sector in Dalung feeders are each represented by three samples, the obtained loss of any sector of customers due to power failures, namely, the industrial sector is Rp.3.281.650/hour, the commercial sector is Rp.62.450/hour, the household sector is Rp.300/hour, and social sector/government is Rp.54.550/hour. So that from the results of customer interviews in each sector and data interference taken in 2011 found that the feeders Dalung Ecost is Rp. 126.486.587.,52/year

 Keywords: Expectations of power interruption costs (Ecost), the evaluation method of indirect analysis.



Staff
I Gusti Agung  Pt Raka Agung, ST., MT.
196707011996031001
I Gusti Agung Pt Raka Agung, ST., MT.
puturaka@ee.unud.ac.id/igapraka@yahoo.co.id
separator
Alumni
Dewa Nyoman Tri Budiantara
0704405094
Dewa Nyoman Tri Budiantara
Sistem Tenaga
separator
Tentang Elektro

Jurusan Teknik Elektro merupakan salah satu jurusan di Fakultas Teknik Universitas Udayana yang latar belakang pendiriannya didasari pada upaya antisipasi perkembangan pesat di bidang ilmu teknik elektro.

Upaya awal pendirian Jurusan Teknik Elektro adalah berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor : 612/PT.17/I.01.12/1984. Setelah melalui tahap perjuangan selama 4 tahun maka pada tahun 1988 turun Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 65/DIKTI/KEP/88 tentang status resmi Jurusan Teknik Elektro.

readmore...