test
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS UDAYANA

Abstrak


Identitas Mahasiswa


NIM : 0704405060
Nama : Friska Suwiyadhi Natha
Konsentrasi : Telekomunikasi


Pembimbing


Pembimbing 1 : Ir. Linawati,M.Eng.Sc., Ph.D
Pembimbing 2 : Komang Oka Saputra, ST., MT.,Ph.D

Performansi Platform Imote2 Menggunakan Standar IEEE 802.11 Pada Jaringan Sensor Nirkabel



ABSTRAK

 

 

            Jaringan Sensor Nirkabel (JSN) merupakan sekumpulan perangkat yang saling berkomunikasi dan berkoordinasi menggunakan media nirkabel untuk memberikan data-data yang didapat dari sensor-sensor pada nodenya. Platform imote2 merupakan salah satu perangkat yang digunakan untuk berkomunikasi pada jaringan sensor nirkabel. Plaftorm Imote2 mengunakan Proccessor PXA271 dengan kemampuan komunikasi nirkabel Wireless LAN 802.11 b/g. Platform Imote2 dapat berkomunikasi dengan Wireless LAN 802.11 b/g dengan menambahkan sebuah daughterboard.

            Pada tugas akhir ini, dilakukan perancangan dan pembangunan dari skematik rangkaian daughterboard pada platform Imote2. Selanjutnya dilakukan instalasi dan implementasi sistem operasi linux sebagai sistem operasi pada platform imote2 dan mengetahui berapa besar kebutuhan memori yang digunakan untuk implementasi ini. Selanjutnya, dilakukan juga pengujian terhadap platform IMote2, yang meliputi penggunaan/konsumsi daya dengan jarak antar platform diatur sejauh 10, 20, dan 30 meter. Pada pengujian penggunaan daya, dilakukan pengukuran tegangan dan arus baterai agar diperoleh nilai daya baterai Imote2 dan catu daya USB WLAN, dimana, pengukuran dilakukan setiap 10 menit dan selama 5 jam. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui performa platform IMote2 serta letak yang sesuai antar platform dalam mentransmisikan paket data.

            Dari hasil perancangan, daughterboard membutuhkan beberapa komponen penting, yaitu konektor DF15B-20DP dan 40DP, USB Hub, IC 7805, battery pack, dioda 1N4004, dan kondensator 10 uF. Platform imote2 membutuhkan cross compiler, linux kernel OpenOCD, putty, koneksi internet, bootloader, images filesystem, dan image kernel untuk implementasi linux sebagai sistem operasi. Platform imote2 membutuhkan 16,9 MB dari 32 MB memori flashing untuk implementasi ini. Pada pengujian terhadap penggunaan daya baterai IMote2 pada jarak 10 meter, diperoleh daya yang digunakan sebesar 0,061 watt, pada jarak 20 meter sebesar 0,063 watt dan pada jarak 30 meter sebesar 0,047 watt. Penggunaan dan penurunan nilai daya baterai Imote2 selama percobaan relatif kecil, sehingga sesuai dengan karakteristik IMote2, yaitu memiliki konsumsi daya rendah. Pada pengujian terhadap penggunaan daya baterai catu daya USB WLAN pada jarak 10 meter, diperoleh daya yang digunakan sebesar 0,481 watt, pada jarak 20 meter sebesar 0,678 watt dan pada jarak 30 meter sebesar 0,772 watt. Faktor yang mempengaruhi penurunan nilai daya baterai catu daya USB WLAN yaitu waktu aktif platform imote2 dan jarak percobaan.

 

Kata Kunci      : Jaringan Sensor Nirkabel, Platform Imote2, Daughterboard, Wireless LAN 802.11

 

 

 

ABSTRACT

 

 

          Wireless Sensor Network (WSN) is a set of devices that communicate and coordinate with each other using wireless media to deliver the data obtained from sensors on the node. Imote2 is one of the devices used to communicate on a wireless sensor network. Imote2 Processor PXA271 with the ability to use wireless communication Wireless LAN 802.11 b/g. Imote2 can communicate with the Wireless LAN 802.11 b/g by adding a daughterboard.

            In this final project, design and build of the daughterboard circuit schematic on Imote2. Then performed the installation and implementation of the Linux operating system as the operating system on the imote2 platform and find out how much memory needs to be used for this implementation. Furthermore, testing is performed on IMote2 platform, which includes the consumption of power by IMote2 with distance between the platform is set as far as 10, 20, and 30 metres. On testing the consumption of battery power, was measured the battery voltage and battery current in order to obtain the Imote2 battery power values and WLAN USB power supply battery power values, where, measurement were made every 10 minutes and over 5 hours. This test aims to determine the performance of IMote2 and appropriate position in transmiting packets data.

      From the results of designing, producing a daughterboard needs some important components, a plug DF15B-20DP and 40DP, USB Hub, IC 7805, battery pack, 1N4004 diode, and a 10 uF capacitor. Imote2 platform need cross compiler, kernel linux OpenOCD, putty, internet connection, bootloader, filesystem images, and kernel image for the implementation of the Linux kernel as the operating system. Imote2 requires 16.9 MB from 32 MB flash memory for this implementation. On the test of the use of Imote2 battery power at the distance of 10 metres, the battery power is used about 0,061 watt, on the distance of 20 metres the battery power is used about 0,063 watt and on the distance of 30 metres, the battery power is used about 0,047 watt. The used of Imote2 battery power during the experiment relatively small, that according to the characteristics of Imote2 which has low power consumption. On the test of the use of WLAN USB power supply battery power at the distance of 10 metres, the battery power is used about 0,481 watt, on the distance of 20 metres the battery power is used about 0,678 watt and on the distance of 30 metres, the battery power is used about 0,772 watt. WLAN USB power supply battery power is affected by time and distance of Imote2.

 

Keywords       : Wireless Sensor Networks, Imote2 Platform, daughterboard, Wireless LAN 802.



Staff
Anak Agung Ngurah Amrita, ST., MT.
196807171995031001
Anak Agung Ngurah Amrita, ST., MT.
ngr_amrita@ee.unud.ac.id
separator
Alumni
I Made Suwija Putra
0604405097
I Made Suwija Putra
Sistem Komputer Dan Informatika
separator
Tentang Elektro

Jurusan Teknik Elektro merupakan salah satu jurusan di Fakultas Teknik Universitas Udayana yang latar belakang pendiriannya didasari pada upaya antisipasi perkembangan pesat di bidang ilmu teknik elektro.

Upaya awal pendirian Jurusan Teknik Elektro adalah berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor : 612/PT.17/I.01.12/1984. Setelah melalui tahap perjuangan selama 4 tahun maka pada tahun 1988 turun Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 65/DIKTI/KEP/88 tentang status resmi Jurusan Teknik Elektro.

readmore...