test
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS UDAYANA

Abstrak


Identitas Mahasiswa


NIM : 0704405099
Nama : Firmansah
Konsentrasi : Telekomunikasi


Pembimbing


Pembimbing 1 : Ir. Pande Ketut Sudiarta, M.Erg
Pembimbing 2 : Komang Oka Saputra, ST., MT.,Ph.D

Analisis Unjuk Kerja MCU (Multipoint Control Unit) dalam Multipoint Video Conference



ABSTRAK

 

 

      MCU (Multipoint Control Unit) merupakan perangkat yang digunakan untuk menjembatani koneksi video conference agar 3 atau lebih client dapat berpartisipasi dalam multipoint conference . Kebutuhan bitrate dan kualitas dari video conference menjadi suatu hal utama yang perlu dibahas dalam penerapannya. Dalam tugas akhir ini dilakukan pengujian dan analisis terhadap bitrate yang dipengaruhi oleh jenis perangkat, NAT, pembatasan jaringan dan jumlah client. Pada pengujian memakai protokol H.323, video codec H.264, audio codec G.722 dan,  frame 30 fps. Data bitrate serta QoS sebagai parameter kualitas di-capture memakai software wireshark.

        Pengumpulan data pada tugas akhir ini dibentuk dalam skenario- skenario agar lebih terstuktur. Skenario 1 dilakukan pengujian terhadap kebutuhan bitrate dengan MCU dan tanpa MCU. Skenario 2 pengujian kebutuhan bitrate minumum yang ditinjau jadi QoS dengan pembatasan pada jaringan yang diturunkan secara bertahap. Skenario 3 dilakukan pengujian pengaruh NAT terhadap pemakaian bitrate dan kualitas video conference, skenario terakir pengujian hubungan penambahan jumlah client terhadap bitrate total. Pada skenario 1 dan 2 memakai 4 jenis perangkat sebagai client dengan konfigurasi HDX8000 dengan PCS-XG80, HDX8000 dengan VSX7000, HDX8000 dengan EVI-D70, dan EVI-D70 dengan EVI-D70 sedangkan skenario 3 dan 4 hanya menggunakan EVI-D70.

         Dari hasil pengujian, kebutuhan bitrate yang digunakan setiap client berbeda walau memakai codec dan call speed yang sama. Dengan pembatasan jaringan didapat kebutuhan bitrate minimum  100 kbps untuk konfigurasi HDX8000 dengan PCS-XG80, 120 kbps untuk HDX8000 dengan VSX7000 dan HDX8000 dengan EVI-D70, terakhir 140 untuk  EVI-D70 dengan EVI-D70. Pada koneksi yang melewati NAT akan memiliki bitrate 16 bit lebih besar karena ditambah STUN tiap header paketnya dengan kualitas yang hampir sama dengan yang tidak melalui NAT. Pada multipoint video conference didapatkan penambahan kebutuhan bitrate total bersifat linier terhadap penambahan jumlah client.

       Dari hasil pengamatan, diketahui kalau dua perangkat yang digunakan sebagai client  pada penelitian ini yaitu PCS-XG80 dan HDX8000 juga mempunyai fungsi MCU, untuk itu perlu kiranya dilakukan penelitian tentang kinerja MCU pada masing- masing perangkat. Tugas akhir  ini belum dianalisis tentang kemampuan NAT dalam menangani multipoint video conference, diharapkan hal ini dapat dibahas apabila nanti ada penelitian lanjutan yang berhubungan dengan NAT. Yang terakhir, pada penelitian ini, media transmisi antar client menggunakan guided transmission line, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian menggunakan unguided transmission line untuk memperluas pembahasan.

 

Kata Kunci : MCU, Video conference, bitrate, kualitas

 

 

ABSTRACT

 

 

            MCU (Multipoint Control Unit) is a device used to bridge video conferencing connections to 3 or more clients can participate in a multipoint conference. Needs bitrate and quality of video conferencing becomes a major thing that needs to be discussed in its application. In this final project, testing and analysis on  bitrate that is affected by the type device, NAT, network restrictions and the number of clients. In the test using the H.323 protocol, H.264 video codec, 30fps frame. Bitrate and QoS data as well as quality parameters are being captured using software wireshark.

            Data collection on this final project in the form of  scenarios to be more structured,  scenario 1 testing the bitrate requirements on the placement of clients with 4 conditions  with and without MCU, scenario 2 was observed minumum bitrate needs to be reviewed by QoS with restrictions on the network that is gradually lowered, the observed effect of NAT skenario3 to use bitrate conference and video quality, the last scenario observed increasing the number of client relationships to the total bitrate. In scenario 1 and 2 using 4 types of device as a client with the configuration are PCS-XG80 HDX8000, HDX8000 with VSX7000, HDX8000  with EVI-D70, EVI-D70 with EVI-D70, While in scenarios 3 and 4, only using EVI-D70.

            From the research, the needs of each client bitrate used differ even using the same codec and call speed. By limiting the network obtained the minimum 100 kbps bitrate requirements for the configuration of HDX8000 with PCS-XG80, 120 kbps for HDX8000 with VSX7000 and HDX8000 with EVI-D70, the last 140 for  EVI-D70 with EVI-D70. On passing through the NAT connection will have bitrate of 16 bits  greater because of added STUN header for each package with quality that is almost  same as that does not go through NAT. In the multipoint video conference knowed additional requirement of   total bitrate is linear.         
            From the observation, it was known two devices are used as client in this study HDX8000 and PCS-XG80 also has the function of the MCU, for it must needs be carried out research on the performance of MCU on each device and this thesis is still facing the problem of limited number of client  which causes the result  less than  maximum, for that if there is a similar study is expected to use more client. The latter, in this study, the transmission medium between the client using the guided transmission line, therefore it is necessary to study use unguided transmission line to expand the discussion.

 


Keywords
: MCU, Video conference, bitrate, Quality. 



Staff
Ir. I Wayan Arta Wijaya, MErg.,MT.
196603131993031001
Ir. I Wayan Arta Wijaya, MErg.,MT.
artawijaya@ee.unud.ac.id;igungarta@yahoo.com; b@un
separator
Alumni
Hidana Aziza
0704405014
Hidana Aziza
Telekomunikasi
separator
Tentang Elektro

Jurusan Teknik Elektro merupakan salah satu jurusan di Fakultas Teknik Universitas Udayana yang latar belakang pendiriannya didasari pada upaya antisipasi perkembangan pesat di bidang ilmu teknik elektro.

Upaya awal pendirian Jurusan Teknik Elektro adalah berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor : 612/PT.17/I.01.12/1984. Setelah melalui tahap perjuangan selama 4 tahun maka pada tahun 1988 turun Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 65/DIKTI/KEP/88 tentang status resmi Jurusan Teknik Elektro.

readmore...