test
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS UDAYANA

Abstrak


Identitas Mahasiswa


NIM : 0704405050
Nama : I Wayan Sukanama
Konsentrasi : Telekomunikasi


Pembimbing


Pembimbing 1 : Ngurah Indra ER, ST. MSc.
Pembimbing 2 : Ir. Pande Ketut Sudiarta, M.Erg

Analisis Pengaruh Variasi Frame Terhadap QoS Video Conference Jaringan UMTS dengan Model Propagasi Outdoor



ABSTRAK

 

UMTS merupakan salah satu evolusi generasi ketiga (3G) dari jaringan telekomunikasi mobile. UMTS juga menyediakan layanan data real time dengan kecepatan 144 kbps berupa video conference dan juga dengan kecepatan 2 Mbps untuk aliran data satu arah seperti file download. Pada tugas akhir ini akan dibahas mengenai performa layanan video conference pada jaringan UMTS menggunakan analisis simulasi dengan bantuan software simulator OPNET Modeler 14.5. OPNET Modeler merupakan salah satu software simulator yang dapat membantu user dalam kajian teori sebelum menerapkan teknologi tersebut dilapangan.

            Adapun tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa karakteristik pada jaringan UMTS berdasarkan parameter QoS video conference menggunakan simulator OPNET Modeler 14.5 dan manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai bahan acuan dalam menentukan karakteristik UMTS menggunakan simulator OPNET Modeler sehingga menjadi masukan untuk keperluan perencanaan pelayanan komunikasi video conference pada jaringan UMTS di masa yang akan datang. Adapun metode analisis meliputi mengkaji secara teoritis mengenai UMTS berdasarkan standar yang ditetapkan 3G Partnership Project (3GPP), mengkaji secara teoritis mengenai video conference, serta pengaruh frame size dan frame rate yang digunakan dalam video conference, menghitung secara teoritis bit rate/data rate, dan komponen end to end delay pada layanan video conference, instalasi software OPNET Modeler, kemudian merancang simulasi dengan merancang topologi skenario UMTS, mengkonfigurasi komponen UMTS (UE, UTRAN, CN) dan terakhir menjalankan simulasi.

Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa, packet loss (%) yang memenuhi rekomendasi standar ITU-T yaitu masih dibawah 10 % adalah pada variasi frame 350 byte × 10 frames/sec yaitu 1,67 % (node B yang sama) dan 2,22 % (node B yang berbeda). Untuk end to end delay yang memenuhi standar rekomendasi ITU-T yaitu masih dibawah 1000 ms adalah pada variasi frame 350 byte × 10 frames/sec sampai dengan frame 550 byte × 30 frames/sec dengan nilai end to end delay 0,1904 s sampai dengan 0,7802 s (node B yang sama) dan 0,2099 s sampai dengan 0,8968 s (node B yang berbeda). Dan untuk nilai jitter pada variasi frame 350 byte × 10 frames/sec sampai 850 byte × 30 frames/sec memenuhi standar jitter secara umum yaitu 75 ms dengan nilai 0,0029 sec sampai dengan 0,3369 sec (node B yang sama) dan dengan nilai 0,0009 sec sampai dengan 0,4708 sec (node B yang berbeda).

 

 

 

Kata kunci: UMTS, OPNET Modeler, video conference, QoS, end to end delay, jitter, packet loss dan ITU-T.

 

 

 

 

Analysis of Effect Variations Frame Against UMTS QoS Video Conference Network with Outdoor Propagation Models

 

 

ABSTRACT

 

UMTS is one of the evolution of third generation (3G) of mobile telecommunication networks. UMTS also provides real time data services at speeds of 144 kbps video conferencing and also the speed of 2 Mbps for data flow in one direction like a file download. At the end of this assignment will be discussed on the performance of video conferencing services in UMTS networks using simulation analysis with the help of software simulator OPNET Modeler 14.5. OPNET Modeler is one of the simulator software which can help users in the study of the theory before applying these technologies in the field.

The purpose of this final project is to investigate and analyze the characteristics of the UMTS network based on QoS parameters of video conferencing using the simulator OPNET Modeler 14.5 and the benefits derived from this study is as a reference in determining the characteristics of UMTS using OPNET Modeler simulator so that it becomes the input for video communication service planning conference on the UMTS network in the future. The methods include assessing the theoretical analysis of the UMTS 3G standard defined by Partnership Project (3GPP), a theoretical study of video conferencing, as well as the influence of frame size and frame rate used in video conferencing, calculate the theoretical bit rate / data rate, and components of end to end delay in video conferencing services, OPNET Modeler software installation, then design simulation by designing the topology of UMTS scenario, configure the components of UMTS (UE, UTRAN, CN) and the last run the simulation.

Based on the analysis results obtained that, packet loss (%) who met the recommendations ITU-T standard that is still below 10 % is the variation of 350 byte frame × 10 frames/sec is 1.67 % (the same node B) and 2.22 % (node ​​B are different). For end to end delay that meets the recommendation ITU-T standard that is still below 1000 ms is the variation of 350-byte frame × 10 frames/sec up to 550 byte frame × 30 frames/sec with the end to end delay of up to 0.1904 s 0.7802 s (the same node B) and 0.2099 s to 0.8968 s (node ​​B are different). And for the jitter on the variation of 350 byte frame × 10 frames/sec up to 650 bytes × 30 frames/sec is generally compliant jitter is 75 ms with a value of 0.0029 sec to 0.3369 sec (the same node B) and the variation of frame 350 byte × 10 frames/sec up to 750 bytes × 30 frames/sec value of 0.0009 sec to 0,4708 sec (node ​​B are different).

 

 

 

Keywords: UMTS, OPNET Modeler, video conferencing, QoS, end to end delay, jitter, packet loss and the ITU-T.



Staff
Prof. Dr. Ir. Made Sudarma, M.A.Sc, IPU.
196512311993031189
Prof. Dr. Ir. Made Sudarma, M.A.Sc, IPU.
msudarma@unud.ac.id
separator
Alumni
Putu Ayu Juliastini
0704405077
Putu Ayu Juliastini
Sistem Komputer Dan Informatika
separator
Tentang Elektro

Jurusan Teknik Elektro merupakan salah satu jurusan di Fakultas Teknik Universitas Udayana yang latar belakang pendiriannya didasari pada upaya antisipasi perkembangan pesat di bidang ilmu teknik elektro.

Upaya awal pendirian Jurusan Teknik Elektro adalah berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor : 612/PT.17/I.01.12/1984. Setelah melalui tahap perjuangan selama 4 tahun maka pada tahun 1988 turun Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 65/DIKTI/KEP/88 tentang status resmi Jurusan Teknik Elektro.

readmore...